News Update :

Berita ZI

Pendma

Haji

Bimas Islam

Tadarus

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Pembukaan Porseni Madrasah Kota Malang

Senin, 04 Februari 2013

Kepala Kankemenag Kota Malang, Dr.H.Rohmat MS,MM mengatakan tahun ini merupakan pertama kalinya digelar pembukan Porseni secara bersama seluruh madrasah setelah pada tahun-tahun sebelumnya hanya dilakukan seleksi secara intern pada tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

"Kemajuan lembaga pendidikan di madarasah akan lebih cepat jika dibangun dengan kebersamaan seperti ini," kata dia.

Rohmat menegaskan ada empat target yang harus dicapai madrasah pada porseni kali ini. Antara lain, prestasi dalam bidang olah raga, seni, sains dan agama. Sejauh ini sudah 82 prestasi madrasah yang berhasil diraih dalam ajang porseni, baik tingkat Jatim maupun Nasional. "Madrasah tidak kalah dengan yang lain, kita berharap tahun ini Kota Malang yang kecil dapat berprestasi seperti kecilnya negera Singapura yang berprestasi tingkat internasional,," harapnya.

Sementara ketua pelaksana Porseni Kankemenag kota malang, Drs.Ahmad Taufik Kusuma mengatakan Pelaksanaan porseni masing-masing jenjang berbeda. Tingkat MTs dan MA langsung digelar pada bulan Februari ini, sedangkan tingkat MI baru akan dilaksanakan pada April mendatang. Tempat pelaksanaan porseni untuk tingkat MTs dilaksanakan di MTs Negeri 1 dan MAN 3 jalan Bandung dan tingkat MA di MAN 3 dan MAN 1 di Tlogomas.



Adapun olimpiade sains dan agama secara serentak seluruh madrasah digelar pada minggu kedua bulan ini juga. Secara teknis porseni dilaksanakan oleh tim dari Kankemenag kota dan beberapa guru olahraga. Sedangkan penyelenggaraan olimpiade hanya ditangani oleh pengawas dari kemenag.

"Hal ini dilakukan untuk menjaga objektifitas pelaksanaan dan penilaian olimpiade itu sendiri," ujar Taufik.

Jumlah peserta yang bertanding dalam Porseni tahun ini sebanyak 2000 peserta MI, 500 peserta MTs, 460 peserta MA. Baik porseni maupun olimpiade Taufik berharap semunya berjalan dengan baik, seluruh pihak dapat bekerjasama sehingga tujuan dari ajang komptisi ini dapat dicapai dengan sukses.

"Porseni dan olimpiade kota Malang ini sendiri merupakan sebuah ajang untuk mencari dan membentuk bibit unggul yang nantinya akan dikirim ke tingkat provensi dan nasional," jelas Taufik.

Penyaluran Zakat Profesi Dalam Rangka HAB Kemenag

Rabu, 30 Januari 2013

Klojen, 16 Januari 2013 Perubahan masyarakat saat ini dari masyarakat agraris primitif dan tradisional menuju masyarakat maju dan modern berjalan begitu cepat. Sistem ekonomi bergeser dari pola ekonomi tradisional di pedesaan menuju masyarakat industri yang maju dan modern. Orang-orang mencari nafkah bukan lagi bertani dan berternak, tetapi bergerak di bidang jasa dan pelayanan. Orang-orang yang bekerja di bidang jasa dan pelayanan banyak yang memperoleh penghasilan (income) lebih baik dari pada usaha pertanian dan usaha lain yang hasilnya belum menentu.

Misalnya seperti pejabat tinggi negara, pimpinan partai politik, pegawai negeri, pegawai perusahaan, perbankan, penerbangan, angkutan umum, transportasi, telkom dan sebagainya, mereka memperoleh penghasilan secara rutin yang cukup besar pada setiap bulannya. Atau seorang pegawai professional yang memberikan pelayanan tanpa terikat oleh kontrak dan waktu seperti dokter praktek, pengacara, konsultan, kontraktor, seniman dan sebagainya yang memperoleh bayaran atau imbalan jasa yang besar pada setiap kegiatan. Semua usaha ini umumnya lebih menjanjikan kesejahteraan dibandingkan dengan kerja-kerja tradisional yang sekarang sudah mulai tidak diminati orang. Inilah yang menimbulkan pertanyaan apakah mereka tidak diwajibkan membayar zakat? Sementara para petani tradisional yang pengahasilannya relatif kecil dibebani kewajiban zakat?

Bertolak dari pemikiran inilah, Kementerian Agama Kota Malang berupaya menyalurkan zakat profesi yang dikumpulkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kota Malang yang dipotongkan dari gaji pegawai negeri dilingkungan Kementerian Agama Kota Malang.

Dalam penyaluran zakat profesi ini dikomandoi langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, DR. Rohmad MSi. Bersama Penyelenggara Zakat Wakaf Tri Basuki dan kordinator bakti sosial Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, Amsiyono M.Sy penyaluran zakat profesi ini disalurkan melalui KUA-KUA yang ada di Kota Malang. Penyaluran zakat ini dibarengkan dengan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke 67 sebagai bagian bakti pengabdian masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang DR. Rohmad MSi menyatakan, bahwa penyaluran zakat profesi ini sebagai bagian dari kesukuran karyawan Kementerian Agama dan dalam rangka membangun empati kepada masyarakat yang kurang beruntung. Pembagian zakat kali ini dikhususkan kepada beberapa kelompok fakir miskin yang sedang mengalami musibah sakit.*ach*

Pidato Tiga Bahasa Semarakkan Peringatan Maulid Nabi

Sabtu, 26 Januari 2013

MALANG - Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di MTsN Malang II berlangsung khidmat, Rabu (23/1) lalu. Salah satu agenda yang meriah adalah penampilan siswa berbakat bidang dakwah dan seni. Misalnya, kesenian hadrah dan pidato tiga bahasa yang membuat penonton berdecak kagum.
Waka Humas MTsN Malang II, Ida Mukaromah, S.Ag mengatakan momen maulid nabi kali ini juga dijadikan ajang peningkatan kreatifitas sisw. Selain itu, juga dijadikan media membangun kebersamaan antar kealuarga MTsN yang telah terjalin agar lebih erat dan harmonis.

“Tapi yang lebih penting dari perayaan ini bagaimana menumbuhkan kecintaan kita pada Nabi Muhammad,” katanya. Menurut Ida, dengan tumbuhnya rasa cinta kepada nabi maka akan terlahir generasi islami yang selalu mengamalkan sifat amanah yang hakiki.

Sementara itu, dalam pidatonya, Kepala MTsN Malang II, Pono, S.Ag, M.Pd berharap agar acara peringatan maulid Nabi tidak hanya dilakukan secara ritual saja. Tapi sebagai upaya untuk merubah diri agar menjadi lebih baik. “Semoga peringatan seperti ini tidak hanya di lakukan secara ritual saja, namun kita semua dapat mengambil hikmah sehingga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” harap Pono. Acara yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB itu juga dihadiri Kepala MI Cemorokandang, Kepala SMKN 9 Malang, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Cemoro Kandang.

Dalam kesempatan yang sama, penceramah Drs. H. Fathul Arifin, M.H mengatakan, acara maulud Nabi sangat tepat dijadikan ajang silaturrahmi. Menurutnya, merupakan rahmat yang luar biasa menjadi umat Nabi Muhammad. Ajaran-ajaran mulia rasul sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Semua aspek kehidupan yang berhungan dengan hubungan sosial juga diajarkan dengan begitu baik. ”Terutama menjalin hubungan dengan keluarga, menghormati guru serta mensyukuri segala nikmat yang telah di berikan kepada manusia. Bersikap mulia kepada orang tua merupakan amanah rasulullah yang begitu indah yang semestinya harus selalu diperhatikan,” bebernya.

Oleh sebab itu, sambungnya, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur akan nikmat Allah yang begitu besar ini. Yakni menjadi umat Muhammad yang selalu berbakti kepada kedua orang tua dan guru.(try/sir/eno)

Sumber: http://www.malang-post.com/edupolitan/60804-pidato-tiga-bahasa-semarakkan-peringatan-maulid-nabi

Meneladani RasuluLLah Dengan Peringatan Maulid Nabi

Rabu, 23 Januari 2013

Malang, 23 Januari 2013 Kantor Kementerian Agama Kota Malang mengadakan peringatan maulid nabi di Masjid al Muttaqien. Bertindak selaku pembicara KH. Drs. Saifuddin Zuhri dari Pesantren al Hikam Malang. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kementerian Agama Kota Malang menyatakan bahwa penyelenggaraan maulid nabi ini dalam rangka meneladani RasuluLLah dan menumbuhkan rasa cinta kepada Tauladan ummat tersebut. Diharapkan dari penyelenggaraan ini, segenap pegawai kementerian agama dapat mengambil manfaat dalam peningkatan kinerja.

Kyai Saifuddin dalam pengarahannya menceritakan bahwa dakwah RasuluLLah terbagi menjadi dua, dakwah makkiyah selama 13 tahun dan dakwah madaniyah selama 10 tahun. Titik tekan dakwah Rasul yang paling utama adalah tata aqidah sebagai bagian upaya memperbaiki orientasi amal ummat. Yang kedua adalah tata ilmu, penataan ilmu ini adalah upaya pembangunan peradaban perilaku ummat agar berdasar ilmu, bukan membangun ilmu yang berdasar oleh syahwat saja.

Peringati HAB Kementrian Agama Ke 67

Kamis, 03 Januari 2013

Balaikota Malang – Hari Amal Bakti Kementrian Agama Ke 67 yang diselenggarakan di Balaikota Malang berlangsung hikmat. Dalam sambutan Mentri Agama yang di sampaikan oleh Walikota Malang Drs.Peni Suparto MAP mengatakan seluruh jajaran kementrian Agama dituntut lebih meningkatkan profesionalitas dan integeritas yang tinggi. Serta terus mendukung terwujudnya masyarakat beragama.

Tampak hadir dalam peringatan upacara tersebut Kepala Depag Kota Malang Dr H Rohmad MS MM, seluruh kepala sekolah, guru dan beberapa perwakilan siswa madrasah MI, MTS,dan MA. Mir-KP


sumber : http://xpose.koranpendidikan.com

Peningkatan Pelayanan Haji di Tanah Suci

Selasa, 04 Desember 2012

Alhamdulillah, pertanggal 30 Nopember 2012 seluruh jamaah haji Indonesia telah pulang ke tanah air. Jamaah haji dari Kota Malang telah datang secara keseluruhan pada tanggal 20 Nopember 2012 lalu. Yang patut disyukuri pelayanan dalam pelaksanaan ibadah haji selama di Tanah Suci semakin meningkat lebih baik meski belum bisa disebut sempurna. Disisi lain tindak kejahatan terhadap jamaah haji juga semakin meningkat, baik tindak pencurian, penipuan hingga pecopetan demikian disampaikan oleh Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh DR. Anggito Abimanyu dalam Taaruf petugas haji dan Amirul Hajj menjelang pelaksanaan armina.

Upaya maksimal yang dilakukan oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci hampir bisa dipastikan tidak mungkin bisa berada pada tataran sempurna atau memuaskan semua pihak, karena kendala kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang tidak mungkin selalu sinkron dengan apa yang dikehendaki masyarakat.

Berdasar pemantauan petugas kloter yang dikirim oleh Kementerian Agama Kota Malang, ada beberapa hal yang dianggap sebagai keteledoran oleh jamaah namun sebenarnya upaya yang dilakukan pemerintah telah memenuhi prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah Saudi Arabia sebagaimana dalam ta’limatul hajj.

Seperti prosedur penggunaan ambulan sektor yang berbelit yang hanya bisa melayani pasien gawat darurat, sementara bagi pasien non gawat darurat namun membutuhkan konsul dengan dokter spesialis tidak dapat dilayani meski untuk mencapai Balai Pengobatan Haji sektor, pasien tidak mampu bila harus berjalan. Begitu juga untuk periksa ke Rumah Sakit Mina, meski pemondokan lebih dekat ke Rumah Sakit daripada ke sektor mina, namun karena prosedurnya mengharuskan setiap pemeriksaan ke Rumah Sakit mendapat rujukan dari sektor maka Rumah Sakit meski dekat tidak dapat melayani jamaah haji.

Kedepan prosedur pengobatan yang berbelit seperti ini akan disosialisasikan dalam rangkaian manasik haji bagi jamaah haji agar tidak terjadi kesalah pahaman.

Madrasah

Moderasi

Zawa

Pontren

 

© Copyright KEMENAG KOTA MALANG 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.