News Update :

Berita ZI

Pendma

Haji

Bimas Islam

Tadarus

Tampilkan postingan dengan label Bimas Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimas Islam. Tampilkan semua postingan

Semua Mushola Outlet Waroeng Group di Kota Malang Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Minggu, 10 Desember 2023

Dalam dunia kuliner yang semakin kompetitif, Waroeng Group menciptakan perbedaan dengan memprioritaskan aspek spiritual dan kenyamanan pelanggan. Dengan mendatangkan Tim Pengukuran Arah Kiblat dari Kantor Kemenag Kota Malang melalui Seksi Bimas Islam pada Senin, 11 Desember 2023, Waroeng Group menginginkan semua fasilitas Mushola di setiap outlet mereka sudah terukur Arah Kiblatnya sesuai dengan arah atau pedoman sholat menghadap ke Ka'bah atau Mekkah. Langkah ini diambil sebagai komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan kepastian bahwa setiap pelanggan dapat melaksanakan ibadah sholat dengan khusyuk dan tenang.

Pengukuran ulang arah kiblat di semua outlet Waroeng Group menunjukkan perhatian yang serius terhadap kualitas pelayanan. Dengan mengetahui arah yang benar untuk sholat, pelanggan dapat merasa lebih nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah mereka. Ini adalah langkah konkret yang menunjukkan bahwa Waroeng Group bukan hanya tempat untuk menikmati hidangan lezat, tetapi juga tempat yang memperhatikan aspek spiritual pelanggannya.

Waroeng Steak n Shake dan Bebek H. Slamet, sebagai bagian dari Waroeng Group, tidak hanya menjadi destinasi kuliner favorit di Kota Malang tetapi juga mementingkan kebutuhan spiritual pelanggan. Dengan melakukan kalibrasi ulang arah kiblat, mereka memastikan bahwa setiap pelanggan, tanpa terkecuali, dapat menjalankan ibadah sholat dengan aman dan sesuai dengan tuntunan agama.

Pelaksanaan kalibrasi arah kiblat tidak hanya merupakan tanggung jawab Waroeng Group semata. Keterlibatan Tim Pengukuran Arah Kiblat Kemenag Kota Malang menunjukkan kolaborasi yang positif antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung kebutuhan spiritual masyarakat. Ini adalah contoh sinergi antara pihak-pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua individu, tanpa memandang latar belakang agama atau kepercayaan.

Selain di fasilitas mushola outlet Waroeng Group, Tim pengukuran arah kiblat juga menyambangi Masjid Miftakhul Jannah yang berada di Griya Shanta, daerah Soekarno Hatta, Kota Malang. Di sana, mereka melakukan kalibrasi ulang terhadap arah kiblat masjid guna memastikan ketepatan orientasi dalam melaksanakan ibadah. Dari hasil pengukuran yang sudah dilakukan di semua fasilitas mushola oulter waroeng group dan masjid Miftakhul Jannah terdapat beberapa perbedaan atau selilih derajat arah kiblatnya dan dari hasil tersebut tim pengukuran memberikan tanda arah untuk dilakukan penyesuaian arah kiblatnya.

Moderasi Beragama Pondasi Membangun Keluarga Sakinah

Senin, 04 Desember 2023

Kota Malang(05/12)--Dalam upaya memperkuat pondasi keluarga sakinah di wilayah kerjanya,Balai Diklat Keagamaan Surabaya mengadakan pelatihan di Lingkunag Kantor Kementerian Agama Kota Malang. Kegiatan ini bertempat di KUA Kecamatan Klojen dan dihadiri oleh 25 orang tokoh masyarakat yang berperan penting dalam membangun kesadaran akan keluarga sakinah.

Gus Shampton selaku salah satu pemateri dalam pelatihan ini menekankan pada pentingnya memahami esensi moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam membentuk keluarga sakinah. "Moderasi beragama merupakan pondasi untuk membangun keluarga yang harmonis. Keselarasan antara suami dan istri membutuhkan kesediaan untuk saling memahami dan berkompromi dalam kehidupan berumah tangga," ungkap beliau.

Beliau di pelatihan ini memfokuskan pada bagaimana pola pikir terbuka dan tidak mudah menilai negatif terhadap perbedaan. "Membangun lingkungan keluarga yang baik memiliki peran besar dalam membentuk moderasi beragama. Ini melibatkan pemahaman bahwa organisasi keagamaan adalah strategi dakwah yang mengajarkan kedamaian, bukan pemisah atau pemicu pertentangan," tambahnya.

Pentingnya rasa welas sebagai nilai utama dalam agama Islam juga ditekankan dalam sesi pelatihan ini. "Rasa welas kepada semua makhluk menjadi poin penting dalam Islam. Hidup dalam harmoni dan damai dalam perbedaan adalah tujuan utama," jelas salah satu narasumber.

Pelatihan ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta tentang bagaimana membangun keluarga sakinah melalui pemahaman moderasi beragama, kearifan dalam memperlakukan perbedaan, serta rasa welas dalam pergaulan sehari-hari. (Humas)

Tiga Kunci Sukses Bangun Keluarga Maslahah

Sabtu, 25 November 2023

Minggu, 26 November 2023, Musholla Baitul Awabin di LA Sucipto Pandanwangi Blimbing Kota Malang menjadi saksi kegiatan inspiratif yang dihadiri oleh Ibu-Ibu Ranting Muslimat gandongan dan Bapak-Bapak NU Ranting Gandongan. Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Asy'ari Latif, seorang Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Malang dan Pengurus MWC NU Blimbing, serta dihadiri oleh Kasi Bimas Islam dari Kementerian Agama Kota Malang.

Dalam sesi yang penuh semangat, Ustadz Asy'ari Latif menyoroti tiga pilar utama dalam membangun keluarga yang bernilai maslahah. Pertama, fondasi keluarga maslahah yang mengedepankan keadilan, keseimbangan, dan saling melaksanakan hak dan kewajiban sebagai suami istri. Kedua, pilar keluarga maslahah yang terdiri dari berpasangan dengan komitmen yang kuat, menjaga hubungan yang baik, berkomunikasi secara terbuka, dan bermusyawarah dalam pengambilan keputusan. Terakhir, pentingnya saling ridha dengan kelebihan dan kekurangan pasangan.

Kasi Bimas Islam Ahmad Hadiri menekankan bahwa Nahdliyin harus menjadi pionir dalam memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya, dimulai dari kemaslahatan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. "Keluarga yang baik akan membawa manfaat bagi bangsa dan negara," ujar beliau, memotivasi peserta untuk menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang sejahtera.

Pada kesempatan yang berbeda, Wakil Satgas GKMNU Kota Malang, Ernawati, mengumumkan pembinaan keluarga secara serentak di 8 kelurahan, melibatkan pemateri dari LKKNU dan para Penyuluh yang telah terbimbing. Dari 57 kelurahan di Kota Malang, 53 kelurahan telah mengikuti program ini, dan 4 kelurahan akan melaksanakannya dalam pekan ini. Targetnya, dalam bulan November 2023, seluruh pembinaan keluarga akan terselesaikan.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kesadaran akan peran keluarga dalam menciptakan masyarakat yang berkah. Semangat untuk menjadi agen perubahan demi kemaslahatan umat pun semakin tumbuh di kalangan masyarakat Nahdliyin di Kota Malang.(HUMAS)

Mendidik Anak Agar Sholeh dan Sholehah

Selasa, 12 Februari 2013

“Menulis di atas kertas yang sudah penuh dengan noda dan coretan tentunya akan sangat sulit daripada menulis di atas kertas putih yang masih polos. Kita akan dapat menulis, menggambar, dan memberinya warna dengan mudah, sesuai dengan keinginan kita.”

Dalam sebuah riwayat telah dikatakan bahwa ada tiga macam amal yang tidak akan pernah terputus pahalanya, yaitu shodaqoh jariyah, anak yang sholih, dan ilmu yang bermanfaat.

Merujuk pada kandungan hadits tersebut, coba anda bayangkan sejenak, bagaimanakah jadinya hari-hari anda, hidup anda, masa tua anda, bahkan nasib anda setelah meninggalkan dunia ini, jika memiliki seorang anak yang bermoral bejat, durhaka kepada Allah dan orang tua. Na’udzubillah! Tentunya hari-hari dalam kehidupan keluarga anda akan jauh dari keharmonisan. Mungkin setiap hari anda akan berteriak-teriak, marah-marah, makan hati karena melihat tingkah laku anak anda yang suka berjudi, berkelahi, minum-minuman keras, pecandu narkoba, dan segala tingkah laku yang menyimpang dari syariat islam.

Dan Insya Allah akan lain keadaan yang anda rasakan, jika memiliki seorang anak yang sholih atau sholihah. misalnya Yang laki-laki hobi ke masjid untuk sholat berjama’ah, yang perempuan rajin mengaji dan membantu orang tua, keduanya mengerti akan tugas-tugasnya sebagai seorang pelajar, rajin mendo’a kan kedua orang tuanya, dan tidak pernah menyakiti hati kedua orang tuanya baik dengan sikap maupun tutur katanya. Kalau sudah begitu…siapa yang tidak mendambakan memiliki anak yang sholih atau sholihah?

Dalam hal ini ada sebuah peribahasa yang mengatakan “Menuntut ilmu di masa muda bagai mengukir di atas batu, menuntut ilmu di masa tua bagai mengukir di atas air”.

Bila kita mengharapakan seorang anak yang sholih atau sholihah, hendaknya semua itu dapat kita perjuangkan sejak dini. Beri ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang agama islam kepada anak sejak dini. Karena, pada usia dini seorang anak laksana kertas putih yang belum bernoda setitikpun, sehingga akan mudah bagi kita untuk menulisinya dengan kalimat-kalimat islami dan Robbani di atasnya. Lain halnya jika kita baru mulai memberikan pendidikan di usianya yang sudah mulai dewasa, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk berhasil, namun tentunya hal tersebut akan jauh lebih sulit dan hasilnyapun jauh lebih sedikit atau bahkan nihil. Hal ini terjadi karena pada usia yang telah dewasa, kertas putih tadi biasanya sudah penuh dengan titik-titik, garis-garis, bahkan kata dan kalimat yang beraneka bentuk, makna dan warna. Menulis di atas kertas yang sudah penuh dengan noda dan coretan tentunya akan sangat sulit daripada menulis di atas kertas putih yang masih polos. Kita akan dapat menulis, menggambar, dan memberinya warna dengan mudah, sesuai dengan keinginan kita.

Untuk itu, langkah terbaik agar menjadikan seorang anak menjadi sholih atau sholihah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak anda sejak dini:

Pertama, Bangunkan shubuh sejak balita

Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik untuk menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.

Kedua, Berikan lingkungang pergaulan dan pendidikan yang islami

Sebab Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini anda dapat memulainya dengan mengirimkan anak anda ke TPA atau Taman Pendidikan Al-Qur’an atau mengikuti kursus-kursus islam di Masjid dan sebagainya.

Ketiga, Jangan egois!

Sebagai Orang tua, kita adalah teladan yang pertama bagi anak, maka jadilah teladan yang terbaik bagi anak anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya memerintahkan anak anda untuk mengaji atau pergi sholat berjama’ah, sedangkan anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

Keempat, Perkenalkan batasan aurat sejak dini

Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita bawa sejak kecil. Seorang anak terutama wanita, dibiasakan menggunakan pakaian yang ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali untuk merubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini, insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu, nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian yang tidak menutup aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

Kelima, Selalu membawa perlengkapan sholat

Maksudnya, ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat kemanapun mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu sholat.

Keenam, Jauhkan anak dari mendengarkan musik dan menyaksikan acara di Televisi

Maksudnya, jauhkanlah anak dari mendengarkan musik atau lagu seperti lagu-lagu picisan, rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca Al-Qur’an, mendengarkan kaset murottal, mendengarkan kaset ceramah.

Hendaknya, orang tua juga menghindarkan anaknya dari televisi, alihkan mereka pada tontonan yang lebih mendidik melalui kaset kaset CD atau MP3 dan DVD yang mengajarkan keislaman dan ilmu pengetahuan umum.

Ketujuh, Ajarkan nilai-nilai islam secara langsung

Ajarkan nilai-nilai islam yang anda kuasai secara langsung kepada anak anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya melalui sebuah cerita.

Ke delapan, Bacakan hadits Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ayat Al-Qur’an

Bacakan hadits Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ayat Al-Qur’an, sesuai dengan kadar kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat Al-Qur’an ketika kita memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

Ke sembilan, Jadilah sahabat setia baginya

Perkecil sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

Kesepuluh, Ciptakan nuansa kehangatan

Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari tempat diluar sana yang ia anggap lebih nyaman dari pada di rumahnya sendiri.

Dan Yang terakhir, Sampaikan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan

Ingat! Yang sedang anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit hati.

sumber: http://www.hasmi.org/kiat-mendidik-anak-agar-sholeh-dan-sholehah/
foto: www.zawaj.com

Madrasah

Moderasi

Zawa

Pontren

 

© Copyright KEMENAG KOTA MALANG 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.